Latest News

Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 02 Juni 2011

cara menghitung volume material pondasi

     



     Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya.

misalnya pondasinya berbentuk seperti ini:









dengan panjang total pondasi adalah 35 m’

pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:

  1. Pekerjaan Bowplank

  2. Pekerjaan galian tanah

  3. pekerjaan urugan pasir

  4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5

berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan

  • Pekerjaan Bowplank

volumenya 35 m’

kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3

paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg

  • Pekerjaan galian tanah

.
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625

volume total galian tanh=0.5625  x35=19.6875 m3

“tidak membutuhkan material”

  • Pekerjaan urugan pasir

Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09

volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15

pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3

  • Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5

Volume pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315m3

volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025

batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3

Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3

Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak

  • Pekerjaan urugan tanah kembali

volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075

“tanah diambil dari bekas galian”

jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah

  • pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638

  • batu kali = 13.23 m3

  • semen = 30 zak

  • paku =  1 kg

  • papan bowplank = 0.35 m3



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: cara menghitung volume material pondasi 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Scroll to Top